BATAS KESABARAN


Berilah Hamba Kesabaran yaa Rab

Seorang murid bertanya kepada Abu Qubaisy tentang batas kesadaran, dia bertanya; “Wahai guru, mohon jelaskan kepada kami apakah kesabaran itu ada batasnya?” kata si murid.

Ketika membuka majelis taklimnya pagi itu, guru besar yang dihormati dan disegani para muridnya tersebut memang berbicara panjang lebar tentang kesabaran. Abu Qubaisy menjawab pertanyaan muridnya dengan sebuah cerita.

“Dikisahkan bahwa pada suatu saat Rasulullah Saw berjalan-jalan bersama Umar bin Khatthab. Di perjalanan Sayyidina Umar diejek oleh sekelompok orang kafir Quraisy. Mendengar ejekan yang tidak benar dan tidak pada tempatnya itu Umar hanya tertawa. Rasulullah Saw yang berjalan di samping beliau pun tersenyum. Tetapi ketika ejekan itu kian menjadi-jadi, Umar bin Khatthab pun marah dan membalas ejekan mereka dengan tantangan. Melihat tindakan Umar bin Khattahab tersebut Rasulullah tidak lagi tersenyum dan pergi meninggalkan Umar seorang diri.

Beberapa waktu kemudian, ketika berjumpa lagi dengan Rasulullah Saw Umar bertanya tentang kepergian beliau. Kata Rasulullah, ketika diejek dan Umar tertawa, beliau melihat malaikat sibuk memindahkan ganjaran amal buruk Umar ke timbangan amal orang-orang yang mengejeknya. Sebaliknya, malaikat itu mengambil pahala dari neraca amal kebaikan orang-orang Quraisy tersebut dan menuangkannya ke neraca amal Umar. Tetapi ketika Umar membalas ejekan orang-orang kafir Quraisy tersebut, malaikat pun menghentikan aktivitas mereka. Karena merasa sedih, maka Rasulullah pun pergi menjauh,” kata guru besar itu menuturkan kisah dengan memikat sekali.

“Tapi apa hubungannya kisah itu dengan batas kesabaran yang saya tanyakan tadi Guru?” tanya murid tadi kepada ABu Qubaysi.

Abu Qubaysi menjawab; “Itu berarti kesabaran tidak ada batasnya. Karena ketika kesabaran Sayyidina Umar habis, malaikat pun menghentikan aktivitasnya menuang kebaikan ke neraca amal beliau. Sehingga Rasulullah pun tidak sampai hati melihatnya,” jelas seorang murid yang dibenarkan oleh Abu Qubaisy yang sekaligus menutup majelis taklimnya.

 

Mungkin Anda juga ingin membaca :

 

5 Tanggapan

  1. Mas Surono :
    Ya sama2 mas. smg brmanfaat……..

  2. muantapppp, kesabaran adalah kunci dari segala kesuksesan…

    http://jalanmenujuarasy.wordpress.com

  3. Karna hanya kesabaran dan tawakal yang mampu mengalahkan semuanya didunia ini

  4. sm0ga dngan pnuh ksabaran kita dpat meningkatkan iman kita kpda Allah swt,. amiennnn

  5. Trims Ustadz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: