Sastra Arab Di Masa Dinasti Mughal dan Turki Usmani


A.     Sekilas Lintas Dinasti Mughal dan Turki Usmani.

1.       Sekilas tentang Turki Usmani

Para sejarawan berbeda pendapat tentang asal usul pendiri kerajaan ini dan dia terbagi kepada dua kelompok. Pertama  bahwa asal usul orang Turki Usmani dari suku Kayi yang berasal dari Asia Tengah, sejarawan yang menyatakan ini adalah Syafiq A. Mughini. Kedua orang-orang Turki Usmani berasal dari kabilah al-Ghais, yang mendiami daerah Turkistan dengan pemimpinnya bernama Sulaiman.[1]

 

2.       Sekilas tentang Dinasti Mughal

Mughal merupakan kerajaan Islam di anak benua India, dengan Delhi sebagai ibukotanya, berdiri antara tahun 1526-1858 M. Dinasti Mughal di India didirikan oleh seorang penziarah dari Asia Tengah bernama Zahiruddin Muhammad Babur (1482-1530 M), salah satu cucu dari Timur Lenk dari etnis Mongol, keturunan Jengis Khan yang telah masuk Islam dan pernah berkuasa di Asia Tengah pada abad ke 15. Kerajaan ini berdiri pada saat di Asia kecil berdiri tegak sebuah kerajaan Turki Usmani dan di Persia kerajaan Safawi. Ketiganya pada saat yang sama menjadi sebuah negara-negara adikuasa di Dunia. Mereka juga menguasai perekonomian, politik serta militer dan mengembangkan kebudayaan.[2]

 

B.     Kesusastraan Di masa dinasti Mughal dan Turki Usmani.

1.       Kesusastraan Di masa dinasti Mughal

Bersamaan dengan majunya bidang ekonomi, bidang seni dan budaya juga berkembang, karya seni yang menonjol adalah karya sastra, bahasa dan seni arsitektur. Seni sastra ini berkembang karena penyair banyak dipakai di istana Sulthan, baik yang berbahasa Persia maupun berbahasa India.

Akbar mengangkat beberapa di antara penyair dan pemusik menjadi pemimpin dan memberikan kantor khusus tempat mereka berkumpul dan berlatih. Alat-alat musiknya juga modern seperti biola, terompet, gitar dan rebana.

Kemajuan dalam bidang seni, misalnya seni arsitektur. Akbar membangun istana Fatpur Sikri di sikri, Syah Jihan membangun mesjid Raya di Delhi. Saat-saat yang paling indah dan cemerlang dalam seni bangunan Islam di India yaitu pada masa pemerintahan Mughal. Pada saat itu adanya romantika Syah Jihan dengan permaisurinya Mumtazi Mahal yang sangat cantik dan terkenal, sehingga sewaktu permaisurinya meninggal dia mendirikan bangunan yang indah tempat peristirahatan terakhir di Agra.

Seni dianjurkan terutama seni tulisan indah (kaligrafi), karena Islam berpendapat bahwa Allah menyukai yang indah. Tidak hanya arsitektur masjid dan sastra saja melainkan musik pun berkembang.

Karya seni yang masih dapat dinikmati sekarang dan merupakan karya seni terbesar yang dicapai kerajaan Mughal adalah karya-karya seni arsitektur yang indah dan mengagumkan. Kesusastraan dan syair-menyair sangat diperhatikan dan didukung perkembangannya di kerajaan Mughal. Raja-raja Mughal seperti Babur dan Jehangir adalah orang-orang yang suka sastra, di kerajaannya banyak terdapat orang-orang yang berilmu dan memiliki perpustakaan yang besar.

Sajak-sajak bahasa Persia pada kerajaan Mughal mencapai tingkat kesempurnaan yang tinggi sehingga penyair-penyair India terkenal dan tak kala hebatnya dengan penyair-penyair kelas satu di tanah Iran.

Di samping itu perkembangan sastra dan bahasa terlihat dengan munculnya penyair dan sastrawan terkenal di antaranya Malik Muhammad Jayazi, seorang sastrawan sufi yang menghasilkan karya besar berjudul padmaved. Karya ini berisi pesan tentang kebajikan jiwa manusia. [3]

 

2.       Kesusastraan Di masa Turki Usmani

a.       Syair

1.       Karakteristik Syair

Adapun karakteristik puisi pada masa Turki yaitu:

Ø  Melebihkan dalam pemakaian penulisan lafaz

Ø  Mendeskripsikan sesuatu yang umum

Ø  Syair yang menyayat perasaan

Ø  Masuknya lafaz ‘amiyah dan wazan al-sya’biyah kedalam syair

Ø  Kalimat yang jelas dalam mencela

Ø  Tidak mementingkan makna

Ø  Mempunyai bentuk yang bervariasi

 

 

b.      Pentingnya Para Penyair

1.                                                                 As-Syab al-Zharif (1263-1289 M/661-688 H)

Dia adalah Muhammad bin Sulaiman. Dilahirkan di Kairo dan tumbuh di Syam dan wafat di usia muda. Bapaknya adalah ‘Afifuddinal-Tilmisani seorang penyair agung. Ia menyairkan syair yang mendesir, syairnya berupa gurauan yang halus, dan menyukai dengan keindahan makna. Ia memiliki kumpulan syair yang diterbitkan berkali-kali di Beirut dan Mesir, Maqamah bin ‘afif al-Tilmisani yang diterbitkan di Damaskus.

 

2.  Al-Bushairi (1212-1296 M/608-696 H)

Syarifuddin Muhammad bin Said lahir di Bedlash Mesir kemudian pindah ke Bushair dan wafat di Iskandariah. Memiliki keahlian dalam menulis dan dalam bidang sastra. Karyanya yaitu al-Burdah al-Syahirah yang merupakan pujian terhadap Muhammad yang terdiri dari 162 bait yang ditiru, ditafsirkan berulang-ulang dan diterjemahkan kedalam bahasa Hindi, Persia, Turki, Albania, Prancis dan inggris. Ia juga memiliki qasidah yang mempunyai wazan banat sa’ada yang tersusun dari 206 bait, yang mana awal bait nya berbunyi :

إلى متى أنت باللذات مشغول    وأنت عن كل ما قدمت مسؤول

3.       Abi al-Warisi (1289-1348 M/689-749 H)

Dia adalah Zainuddin Umar, ahli dalam bidang sastra, nahu, lughah, sejarah dan fiqh. Dia memiliki banyak karangan di antaranya dalam bidang sejarah dan nahu dan juga mempunyai kumpulan puisi. Buku puisinya di terbitkan di al-astanah pada tahun 1300H dan ia mempunyai qasidah yang disebut dengan Lamiah ibnu al Waridi, yang terdiri dari 77 bait.

 

4.       Shofiyuddin al-hali (1278-1349 M/677-750 H)

Dia adalah Abdul Aziz bin Siraya, dilahirkan di Hillah bagian dari kota Furat kemudian pindah ke Mesir dan memuji raja al-Nashir bin Qalawun. Dan dia wafat di Bagdad

Dia mempunyai kumpulan puisi yang di terbitkan di Damaskus dan  Beirut yang disebut dengan Jami’abwab al-Syi’ri al-Ma’hudah

 

5.       Abi Nubatah(1287-1366 M/686-768 H)

Dia adalah Jamaluddin Abu Bakar Al-Qarsyi mempunyai hubungan dengan ibnu Nubatah yang merupakan khatib dalam tentara berpedang daulah Hamdani. Dilahirkan dari keluarga yang berilmu dan berdarah sastra. Dia tumbuh di Mesir kemudian pindah ke Damaskus dan wafat di Mesir.

Dia mempunyai buku yang diterbitkan di Mesir dan Beirut pada tahun 1905 M dan mempunyai buku kecil yang isinya meliputi al-Muaiyadat yaitu qashidah-qasidah memuji Shahib Hummah dan beberapa buku lainnya.

Selain dari para penyair penting di atas masih ada lagi penyair-penyair lain. Mereka yaitu: Syihabuddin al-Ta’alfari, Sirajuddin al-Waraqi, ibnu Hajjah al-Hamawi, Aisyah al-Ba’uniyah, ibnu Ma’tuq, Abdul Ghani al-Anbalasiy dan Abdullah al-Syabrawi.

 

c.       Prosa

Pada masa ini penulis membagi focus kedalam dua bentuk natsar, yaitu Natsar Fanniy dan Natsar ‘Ilmiy. Sedangkan natsar fanniy di bagi dalam dua bentuk juga yaitu tulisan-tulisan administrasi dan surat-surat pribadi.

1.     Natsar Fanniy

a.       Tulisan-tulisan administrasi.

b.Surat-surat sastra

2.       Natsar ‘ilmy

Natsar ‘ilmy berkembang pada masa ini yaitu bidang bahasa, sejarah dan hitungan. Pada umumnya natsar ilmy menggunakan uslub mursal yang mudah di fahami tetapi para mutaakhirin menyanyangkan hal ini karena lebih dekat kepada natsar umum. Pada saat penyair dan penulis sibuk menulis puisi dan karangan yang lain mengumpulkan sastra-sastra pilihan yang ada pada masa ini dan masa sebelumnya. Yang melakukan hal itu di antaranya Jamaludin al-Wathwathi, ‘Illauddin al-Bahaiy, Syihabuddin al-Absyihi, Syamsuddin an-Nawaji dan Daud al-Inthaqi.[4]

 

Perkembangan budaya Turki tampak lebih menonjol di bidang bahasa. Bahasa Turki digunakan dalam segala lapangan, termasuk istilah-istilah politik yang diterapkan dalam hampir seluruh kekuasaannya. Dalam arsitektur Turki mempunyai corak khusus dalam desain bangunan, seperti kubah separuh lingkaran di Masjid. Seni lukis dengan  cat  khusus sudah pula di kenal sejak abad ke-15 yang di temukan dalam Book of  King Solomon (ditulis sekitar tahun 1500).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

1. Puisi

Karakteristik syair pada masa Turki yaitu melebihkan dalam pemakaian dan penulisan lafaz, mendeskripsikan sesuatu yang umum, syair yang menyayat perasaan, masuknya lafaz ‘Amiyah  dan wazan al-Sya’biyah ke dalam syair. Kalimat yang jelas dalam mencela tidak mementingkan makna, mempunyai bentuk yang bervariasi.

Pada masa ini terdapat beberapa orang penyair penting, yaitu:

1.       As-Syab al-Zharif (1263-1289 M/661-688 H)

2.       Al-Bushairi (1212-1296 M/608-696 H)

3.       Abi al-Warisi (1289-1348 M/689-749 H)

4.       Shofiyuddin al-hali (1278-1349 M/677-750 H)

5.       Abi Nubatah(1287-1366 M/686-768 H)

2. Natsar

Pada masa Turki Natsar terbagi ke dalam dua bentuk yaitu, Natsar fanny dan Natsar ‘ilmi. Dan Natsar fanny terbagi ke dalam du bentuk juga yaitu: tulisan-tulisan administrasi dan surat-surat sastra.

 

 

 

DAFTAR PERPUSTAKAAN

 

Fakhuri, Hanna, Tarikh Adab al-Arabiy, Maktabah Al-Bulisiyyah.1987

Firdaus, dkk, Negara Adikuasa Islam, Padang: IAIN IB Press. 2000

http://abangjo-sevenzero.blogspot.com/2009/09/dinasty-mughal-mongol.html

 

Yunus Muhammad, Kamus Arab-Indonesia, Jakarta :  PT. Hidakarya Agung. 1972

 


[1] Drs. Firdaus, M.Ag, Dra. Desmaniar, Negara Adikuasa Islam, Padang: IAIN IB Press, (2000), h.13.

[3] Op cit, Firdaus, h. 98-101

[4] Hanna Fakhuri, Tarikh al- Adab al-Arabi, Maktabah Al-Bulisiyyah, (1987), h. 861-871

5 Tanggapan

  1. Assalamu’alaykum, Trimaksih khasanaah ke ilmuanya tntng sastra, saya maha siswa sastra arab, di sunan kalijaga university, yogyakarta, yang insya allah akan meneliti dg objek tersebut kiranya saya bisa mendapatkan refrensi buku-buku itu dmn? mohon balasanya
    Wassalamu’alaykum
    salam kenal Ardy

    • Wa’alaikumus salaam….
      Alhamdulillah dan terima kasih…
      kisanak telah menjadikn tulisan ini sbagai bagian dari referensi dan bahan rujukannya dalam penelitian…

      kisanak bisa mendapatkn buku-bukunya di pustaka-pustaka terdekat terutama di pustaka perguruan tinggi Islam….
      saya pikir di Yogyakarta jauh lebih banyak dan lebih lengkap lagi referensi bukunya dibanding dengan kami yg di Padang….
      insya Allah…

      Mari saling berbagi ilmu utk menggapai ridha Ilahi…
      amiin/…
      salam kenal…
      adrianto, SH

  2. Syukran.,

  3. Ya sama2. smg bermanfaat… amiin……..

  4. ilmu baru, terima kasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: